·
Faktor Internal
Faktor internal dalam
mempengaruhi pola kegiatan konsumsi, merupakan Faktor-faktor yang berasal dari
dalam individu atau yang melekat pada diri individu , yang mempengaruhi
seseorang dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitas yang langsung terlibat
dalam mendapatkan, mengkonsumsi, menggunakan dan menghabiskan barang-barang dan
jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Faktor-faktor internal
tersebut antara lain :
1.
Sumber Daya Konsumen.
Sumber
daya konsumen sendiri menurut Engel diidentifikasikan menjadi 3
sumber daya yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Terdiri dari ;
Sumber Daya Ekonomi, yaitu sumber daya yang berkaitan dengan kemampuan ekonomi seseorang, yang di miliki atau akan dimiliki di masa akan datang.
Sumber Daya Temporal merupakan sumber daya waktu yang dimiliki oleh setiap orang. Sumber Daya Kognitif, yaitu suatu kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi.
Sumber Daya Ekonomi, yaitu sumber daya yang berkaitan dengan kemampuan ekonomi seseorang, yang di miliki atau akan dimiliki di masa akan datang.
Sumber Daya Temporal merupakan sumber daya waktu yang dimiliki oleh setiap orang. Sumber Daya Kognitif, yaitu suatu kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi.
Motivasi.
2. Motivasi
diartikan
sebagai proses dimana perilaku diarahkan tujuannya, diberi energi, dan
diaktifkan untuk mencapai keadaan seperti yang diinginkannya. Variabel sentral
dalam motivasi yang dipandang secara tradisional, disebut Motif. Dalam
berkonsumsi, perilaku yang termotivasi diprakarsai oleh pengaktifan motif atau
kebutuhan. Pengaktifan motif sendiri lahir ketika merasa ada ketidakcocokan
yang memadai atas keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkannya atau
disukainya. Akumulasi dari ketidakcocokan yang terus meningkat mengakibatkan
lahirnya suatu kegairahan, yang di kenal sebagai Dorongan (drive). Semakin
kuat dorongan tersebut, semakin urgensi kebutuhan yang dirasakannya.
3.
Pengetahuan.
Pengetahuan dipahami sebagai
informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pengetahuan konsumen terdiri dari 3
bidang pengetahuan. Yaitu :
-Pengetahuan
Produk (Product Knowledge), yaitu pengetahuan yang meliputi
kesadaran akan kategori dan merek produk didalam kategori produk, terminologi
produk, atribut atau ciri produk, serta kepercayaan tentang kategori
produk secara umum, dan mengenai merek secara spesifik.
-Pengetahuan Pembelian (Purchase Knowledge), yaitu berbagai informasi yang dipunyai konsumen dalam kaitannya dengan perolehan produk.
-Pengetahuan Pemakaian (Usage Knowledge), yaitu informasi yang tersedia dalam ingatan yang berkaitan dengan bagaimana suatu produk dapat digunakan, dan apa yang dibutuhkan agar suatu produk dapat digunakan atau difungsikan.
Pengaruh pengetahuan terhadap konsumsi seseorang menilik dari 3 bidang pengetahuan tersebut dapat dijabarkan sebagai; konsumen dapat memilah suatu produk berdasarkan kumpulan-kumpulan pengetahuannya tersebut. Semisal produk apa yang akan di beli ?, merek apa yang akan di gunakan ?, kapan akan membeli produk tersebut ?, di mana produk tersebut bisa di peroleh ?, berapa harganya produk tersebut ? ,dll.
4.
Sikap.
Sikap
didefinisikan sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang
melakukan respons dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara
konsisten berkenaan dengan objek atau alternatif yang diberikan. Evaluasi
tersebut mencakup keseluruhan rentangan dua kutub ekstrim penilaian, yaitu dari
kutub yang sangat positif sampai ke kutub yang sangat negatif. Sikap sendiri
bersifat dinamis, sehingga memungkinkan mengalami perubahan dalam mengambil
sikap seiring berjalannya waktu. Sikap juga dapat menjadi peramal bagi suatu
perilaku, jika faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara sikap dan
perilaku diikutkan dalam menjelaskan hubungan tersebut. Faktor-faktor tersebut
antara laintindakan, waktu, konteks, interval waktu,
pengalaman, dan pengaruh sosial.
Kepribadian. Kepribadian
menurut Yinger, merupakan Keseluruhan perilaku dari seorang
individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan
serangkaian situasi. Adapun kepribadian seseorang dalam perkembangannya
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ;
Warisan
Biologis, dimana setiap individu memiliki karakteristik tersendiri
yang berbeda dengan orang lain, yang dibawa dari genetika setiap individu itu
sendiri.Lingkungan Fisik, dimana perbedaan kepribadian yang dimiliki
individu dikarenakan terdapat perbedaan dari lingkungan fisik tempat ia
tinggal, seperti iklim, topografi, dan sumber daya alam.
Kebudayaan, memiliki
andil yang cukup besar mencetak kepribadian seseorang dalam lingkupnya sebagai
anggota masyarakat.
Pengalaman
Kelompok, yaitu pengalaman yang diperoleh dari kehidupannya bersama dalam
kelompok.Pengalaman Unik. Setiap individu memiliki pengalaman uniknya
masing-masing yang membuatnya berbeda dari individu lainnya, yang membawa
pengaruh dan pemaknaan yang berbeda pula dari individu lainnya.
·
Faktor Eksternal
Faktor eksternal dalam
mempengaruhi pola kegiatan konsumsi, merupakan Faktor-faktor yang berasal
dari luar individu, yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu tindakan
atau aktivitas yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi,
menggunakan dan menghabiskan barang-barang dan jasa, termasuk proses keputusan
yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.
Faktor-faktor eksternal
tersebut antara lain :
1.
Nilai-Nilai Budaya dan Etnis.
Merupakan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada sejumlah orang yang memiliki persamaan ras, agama, lokasi geografis, dan warisan budaya yang membedakan mereka dengan kelompok lainnya. Melalui kebiasaan, cita rasa, ide, tata cara, norma dan tata kelakuannya.
2.
Kelas Sosial dan Kelompok Status.
Kelas
Sosial merujuk pada semua orang yang memiliki kesempatan hidup yang
sama dalam bidang ekonomi. Kelompok Status merujuk pada kesamaan atas
kehormatan dan prestise yang dimiliki, yang dinyatakan dalam gaya hidup.
Kelas Sosial dan Kelompok Status sebagai stratifikasi sosial memiliki 9 variabel dalam mengkaji persoalan tersebut. Dari aspek ekonomi antara lain variabel pekerjaan, pendapatan dan kekayaan. Dari aspek sosial meliputi variabel prestise pribadi, asosiasi, dan sosialisasi. Sedangkan dari aspek politik meliputi variabel kekuasaan, kesadaran kelas, dan mobilitas.
Kelas Sosial dan Kelompok Status sebagai stratifikasi sosial memiliki 9 variabel dalam mengkaji persoalan tersebut. Dari aspek ekonomi antara lain variabel pekerjaan, pendapatan dan kekayaan. Dari aspek sosial meliputi variabel prestise pribadi, asosiasi, dan sosialisasi. Sedangkan dari aspek politik meliputi variabel kekuasaan, kesadaran kelas, dan mobilitas.
3.
Kelompok Sosial
Kelompok
sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang dikarenakan pengaruh yang
signifikan dari kelompok acuan (reference group) yang menjadi rujukan
dalam berfikir, bertindak, merasa dan berperilaku seseorang dalam melakukan
konsumsi. Terdapat 3 cara dasar dari kelompok acuan(reference group) yang
mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan konsumsi, antara lain : Pengaruh
Normatif, Pengaruh Nilai–Ekspresif, dan Pengaruh Informasi.
Keluarga dan Rumah Tangga, Beberapa
variabel yang dapat mempengaruhi rumah tangga / keluarga dalam melakukan
konsumsi, termasuk melakukan pembelian produk, antara lain : Usia Kepala Rumah
Tangga, Status Pekerjaan, Status Perkawinan, dan Kehadiran Anak. Sedangkan
variabel dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk melakukan
konsumsi dalam suatu rumah tangga / keluarga, antara lain : Kohesi, Kemampuan
Beradaptasi Keluarga, dan Komunikasi.
Pengaruh Situasi, Pengaruh
situasi merupakan pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan
tempat yang spesifik, yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik
objek. Karakteristik-karakteristik situasi konsumen tersebut antara lain :
Lingkungan Fisik, Lingkungan Sosial, Waktu, Tugas, dan Keadaan Anteseden.
Sedangkan jenis situasi konsumen sendiri dibagi kedalam 3 jenis kemungkinan
dalam pengaruhnya terhadap perilaku orang dalam berkonsumsi, antara lain :
Situasi Konsumsi, Situasi Pembelian, dan Situasi Pemakaian.
Sumber : Ferrinadewi, Erna. 2008.Merek dan
Psikologi Konsumen
Implikasi pada Strategi Pemasaran.
Graha Ilmu. Yogyakarta
Peter, J. Paul dan Olson. 1999. Consumer Behaviour :
Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran.Erlangga. JakartaSumarwan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar